Agen Hayati

Pengendali hama dan penyakit alami yang ramah lingkungang


Leave a comment

Agen Hayati

AGENT HAYATI

Latar Belakang

  • Masyarakat mengartikan bahwa pengendalian OPT(organisme penggangu tanaman) sama dengan penggunaan pestisida.
  • Pengedalian OPT di Indonesia telah berkembang dari system konvensional ke system pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) dan di tuangkan dalam undang undang nomor 12 tahun 1992 serta peraturan pemerintah nomor 6 tahun 1995.
  • PHT mengusahakan peran peningkatan alami ( iklim, musuh alami dan competitor ) dapat berkerja secara optimal.
  • Pestisida diaplikasikan berdasarkan pemantauan ambang kendali dan diusahakan seminimal mungkin dampaknya terhadap lingkungan.
  • Salah satu prinsip PHT adalah pelestarian dan pendayagunaan musuh alami.  Musuh alami sebagai komponen ekosistem sangat menentukan populasi hama perlu diberi kesempatan berkembang sehingga populasi hama selalu dalam aras keseimbangan populasi yang aman.
  • Biaya pengendalian OPT dalam berusaha tani masih tinggi
  • Agens hayati merupakan bahan pengendali  yang mampu berkembang dan mencari sendiri OPT sasaran
  • Agens hayati tersedia melimpah di alam
  • Agens hayati pengendali OPT yang efektif dan bisa diproduksi dengan biaya mudah dan murah

POTENSI

  • Sumber daya manusia( Pusat Pelayanan Agens Hayati, Kelompok Tani )
  • Sumber daya alam
    • Banyak ditemukan serangga, cendawan;  bakteri, virus dan nematoda yang dapat digunakan sebagai bahan pengendali
    • Bahan pembiakkan tersedia melimpah

TUJUAN

  • Menyediakan bahan pengendali OPT yang efektif dan ramah lingkungan
  • Produksi pertanian yang aman konsumsi
  • Menekan biaya produksi pertanian
  • Meningkatkan keuntungan dalam berusaha tani

 

 

Kerugian Pestisida:

  • Tidak ekonomis/boros
  • Merusak kesehatan manusia
    • Jangka pendek menganggu kesehatan manusia
    • Jangka panjang menimbulkan penyakit penyakit baru karena setiap hari mengkonsumsi makanan/sayur/buah yang terkontaminasi pestisida
    • Merusak agroekosistem
      • Biodiversitas Rendah
      • Memutus rantai makanan alamiah
      • Pengendalian alami tidak berjalan
      • Musuh alami terbunuh
      • Resurgensi
      • Timbul hama sekunder

 

Pelaksanaan PH

  1. Usaha perlindungan dan peningkatan peran agens hayati yang telah tersedia dengan jalan memanipulasi lingkungan agar sesuai terhadap parasitoid dan
  2. Mendatangkan dan mengkolonisasi agens hayati untuk mengendalikan hama pendatang atau asli,
  3. Pembiakan secara massal dan pelepasan agens hayati,
  4. Mengadakan modifikasi genatik agens hayati di laboratorium atau di lapang agar dapat beradaptasi lebih baik terhadap lingkungan di tempat mereka akan di lepaskan

Dalam pandangan PHT, pelaksanaan PH lebih diutamakan pd upaya untuk perlindungan ( conservation ) dan peningkatan peran   ( augmentation ) agens hayati yang telah tersedia dengan jalan memanipulasi lingkungan agar lebih sesuai terhadap agens hayati.

 

PH dari pandangan PHT

KELEBIHAN :

  • Pengendalian hayati bersifat seleftif.
  • Agens hayati dpt mencari sendiri inang atau mangsanya, dan agens hayati merupakan pengendali yg bisa berjalan dg sendirinya.
  • Tidak menimbulkan resistensi thd serangga inang atau mangsa.
  • Pengendalian hayati relatif murah.

KETERBATASAN :

  • Pengendalian berjalan lambat.
  • Hasilnya tidak dpt diramalkan.
  • Agens hayati bukan sebagai faktor pembasmi.
  • Pelaksanaannya sulit dan membutuhkan supervisi yg ahli dalam bidang pengendalian hayati

 

Pengendalian Hayati:

Tehnik Pengendaliabn OPT dengan melibatkan peranan musuh alami

Musuh Alami :

Organisme dalam kelangsungan hidupnya memangsa/menumpang pada tubuh organisme lain

Jenis musuh alami :

  1. Predator
  2. Parasitoid
  3. Patogen Serangga Hama
  4. Agens Antagonis.

 

PREDATOR

Vertebrata Pemangsa Hama

Organisme yang memiliki rangka sempurna (bertulang belakang) yang hidupnya memangsa serangga hama, contoh burung hantu pemakan tikus

Serangga Predator

Species entomopagus yang selama hidupnya memangsa lebih dari satu individu mangsa

PARASITOID:

  • Parasitoid adalah  musuh alami yang hidupnya menunpang pada / di dalam tubuh inang sebelum parasiotid itu dewasa, setelah dewasa dia akan hidup bebas
  • Sebagian besar parasitod tergolong dalam ordo Hymenoptera dan sedikit dari ordo Dhiptera.
  • Jenis-jenis parasitoid ; parasitoid telur, larva, pupa dan imago

JENIS PARASITOID:

  • Parasitoid Telur

Contoh :  Telenomus rowani, Tetrasticus sp., Trichogramma sp ( Penggerek Batang Padi),T. bactrae-bctrae (plutella sp)

 

  • Parasitoid larva

Contoh :  Macrocentrus phillpinensis, Apanteles sp ( Penggulung daun ), Diadegma semiclausum

 

  • Parasitoid Pupa

Contoh :  Brachymeria sp

  • Parasitoid Imago

 

PATOGEN SERANGGA HAMA

n  Merupakan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada serangga hama

n  Contoh jenis mikro organisme yang dapat menimbulkan penyakit:

  • Jamur   : Beauveria sp, metharizium sp. dst
  • Virus     : Se NPV, Sl NPV dan Ha NPV
  • Nematoda Enthomopathogen (NEP)

 

AGENTS ANTAGONIS

  • Mikroorganisme  yang dapat menghambat pertumbuhan       patogen  penyebab penyakit pada tumbuhan, terutama pathogen tular tanah dengan cara persaingan hidup dan bloking area
  •    Mekanisme penghambatan : hyperparasit, antibiosis dan lisis
  • Contoh agents antagonis jamur: Trichoderma spp, Gliocladium sp.
  • Contoh agents antagonis bakteri: Pseudomonas flourescens indofit sp. Corynebacterium sp. (bakteri)

 

 Organisme Penggangu Tanaman  yang bisa dikendalikan antara lain:  Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Fusarium sp, Pythium, Phytoptora sp, akar gada, Pseudomonas solanacearum sp. dst.

Produced by cak thom

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.