Agen Hayati

Pengendali hama dan penyakit alami yang ramah lingkungang


Leave a comment

Revolusi terbaru Pengendali Hama ” Bakteri Merah “

 

harga Bakteri merah Rp. 45.000 , / ltr ( belu bia kirim )

ket :

Revolusi terbaru dalam pengendali hama tanaman yaitu bakteri merah , bakteri merah merupakan agen hayati yang bersifat ramah lingkungan dalam pengendalian
hama tanaman.

Bakteri ini bersifat patogen / parasit pada hama yang menghasilkan toksin yang
dapat menginfeksi , menghambat serangan dan mempercepat kematian hama.

hama yang bisa dikendalikan :

wereng coklat, wereng punggung putih , wereng hijau , walang sengit ,kepik hijau,
kepik polong , kutu daun , ulat grapyak , kutu putih , kutu sisik , plutela , dll.

aplikasi :

dosis semprot 2 cc / liter
penyemprotan effektif pada pagi atau sore hari
penyemprotan di ulang tiap 3 hari sekali sampai hama hilang

( Penggunaan tidak boleh dicampur dengan pestisida )

 


2 Comments

Agen Hayati ‘BEAUVERIA SP ‘

Agen Hayati ‘BEAUVERIA SP ‘
Harga Rp. 40.000,- /btl

CENDAWAN bersifat patogen/parasit pada serangga juga menghasilkan toksin yang dapat
menghambat serangan, mempercepat kematian,serangga seperti :

wereng coklat, wereng hijau , wereng punggung putih, walang sangit , kepik hijau,
kepik polong , kutu daun, ulat grapyak , kutu putih, dll

serangga akan mati 48 jam setelah aplikasi seperti mumi dan tubuhnya ditumbuhi
cendwan berwarna putih .


Leave a comment

Agen Hayati ” Tricordema Sp. “

Agen Hayati ” Tricordema Sp. ”

Cendawan antagonis penghambat pertumbuhan patogen penyebab penyakit tanaman
soil bome ( tular tanah ) seperti :

Fusarium sp, phylium , Phtyophora , rhiozotonia solani , sclerotium rofsii , akar gada dll

sasaran tanaman Padi , tomat, cabe, pisang, sawi, gobis, kentang dll.

aplikasi :
1 tutup botol 15 cc
dosis semprot 2 cc / ltr
dosis pupuk organik : 1-2 ltr / 1 ton pupuk organik
aplikasi lebih effektif waktu pagi dan sore

harga Rp. 40.000,- btl ( Belum biaya kirim )


Leave a comment

Agen hayati “Corynebaterium”

 

 

Agen hayati “Corynebaterium”
( Bakteri )
Harga 1 btl Rp. 40.000, / 1ltr blm bia kirim

sasaran :
Phytium sp,. botrytis sp, colletotrichum truncantum, phytophora , sclrotium folfsii , Rhizoctonia solani, Fusarium sp, akar gada , xanthomonas.

sasaran tanaman :

padi, tomat, cabe , pisang , sawi, kubis, kentang dll.

Cara penggunaan :
1 tutup botol 15 cc
dosis semprot 5 cc / ltr
dosis pupuk organik 1-2 ltr / 1 ton pupuk organik
aplikasi lebih effektif waktu pagi dan sore

* Penggunaan tidak boleh dicampur dengan pestisida *

 

 

 


Leave a comment

Agen hayati “Pseodomonas Flourescent Indofit ( PF )

 

 

 

 

sedomonas  FI

Harga 1 blt Rp. 40.000,- / ltr belum termasuk bia kirim

ket:

bakteri antagonis mencegah dan menghambat penyakit tanaman soil borne ( tular tanah )
seperti penyakit layu yang diakibatkan sbb:

Fusarium, Phythium sp, Botrytis sp, phytophora sp, Rizoctonia solani, xantomonas, slecrotium rolfsii, colectotium truncantum , akar gada dll.

sasaran tanaman :
padi, tomat, cabe, pisang, sawi, kubis, kentang . dll

aplikasi :

dosis semprot 2 cc / liter
penyemprotan effektif pada pagi atau sore hari
penyemprotan di ulang tiap 3 hari sekali sampai hama hilang

( Penggunaan tidak boleh dicampur dengan pestisida )


Leave a comment

Agen Hayati Metharizium

Agen Hayati ” Metaharium Sp ”

Pathogen serangga vs Cendawan

sasaran:

– Wereng batang coklat ( WBC) , wereng hijau , wereng hijau, wereng punggung putih, walang sangit, kepinding tanah, kepik hijau, kepik polong, kutu daun, ulat grayak, bubuk buah kopi, kutu putih mangga, kwanwung, aphis, dll.

Harga Rp. 40.000,- /btl


Leave a comment

MANFAAT AGENS HAYATI DALAM PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)

  • MANFAAT AGENS HAYATI DALAM PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT)

    Latar Belakang:

    • Biaya pengendalian OPT dalam berusaha tani masih tinggi
    • Agens hayati merupakan bahan pengendali  yang mampu berkembang dan mencari sendiri OPT sasaran
    • Agens hayati tersedia melimpah di alam
    • Agens hayati pengendali OPT yang efektif dan bisa diproduksi dengan biaya mudah dan murah
    • Organisme pengganggu tumbuhan ( OPT ) adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan atau menyebabkan kematian pada tanaman termasuk di dalamnya hama, penyakit dan gulma.

    Potensi:

    • Sumber daya manusia( Post Pelayanan Agens Hayati, Kelompok Tani )
    • Sumber daya alam
      • Banyak ditemukan serangga, cendawan;  bakteri, virus dan nematoda yang dapat digunakan sebagai bahan pengendali
      • Bahan pembiakkan tersedia melimpah di sekitar kita.

    Tujuan:

    • Menyediakan bahan pengendali OPT yang efektif dan ramah lingkungan
    • Produksi pertanian yang aman konsumsi
    • Meningkatkan keuntungan dalam berusaha tani

    Mekanisme Agents Hayati menyerang OPT:

    • Predator adalah organisme yang memakan / memangsa hama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (seperti:  burung hantu, laba laba, capung, kumbang kubah, dll )
    • Agens antagonismerupakan mikroorganisme yang menyebabkan mati, rusak, atau terhambatnya pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit tanaman (seperti: Gliocladium spp, Trichoderma spp. Pseudomonas Flourescent Indofit(PF), Corynebacterium sp., dst )
    • Parasitoid adalah serangga yang memarasit, hidup dan berkembang dengan menumpang serangga lain yang disebut inang (seperti: Trichogrammatoidea sp., Opius sp., dst)
    • Patogenmerupakan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada OPT. Apabila yang diinfeksi serangga hama disebut entomopatogen (seperti: Metarhizium sp., beauveria bassiana sp. Verticlium sp., dst)
  • Agens hayati tersedia melimpah di alam
  • Agens hayati pengendali OPT yang efektif dan bisa diproduksi dengan biaya mudah dan murah
  • Organisme pengganggu tumbuhan ( OPT ) adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan atau menyebabkan kematian pada tanaman termasuk di dalamnya hama, penyakit dan gulma.

Potensi:

  • Sumber daya manusia( Post Pelayanan Agens Hayati, Kelompok Tani )
  • Sumber daya alam
    • Banyak ditemukan serangga, cendawan;  bakteri, virus dan nematoda yang dapat digunakan sebagai bahan pengendali
    • Bahan pembiakkan tersedia melimpah di sekitar kita.

Tujuan:

  • Menyediakan bahan pengendali OPT yang efektif dan ramah lingkungan
  • Produksi pertanian yang aman konsumsi
  • Meningkatkan keuntungan dalam berusaha tani

Mekanisme Agents Hayati menyerang OPT:

  • Predator adalah organisme yang memakan / memangsa hama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (seperti:  burung hantu, laba laba, capung, kumbang kubah, dll )
  • Agens antagonismerupakan mikroorganisme yang menyebabkan mati, rusak, atau terhambatnya pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit tanaman (seperti: Gliocladium spp, Trichoderma spp. Pseudomonas Flourescent Indofit(PF), Corynebacterium sp., dst )
  • Parasitoid adalah serangga yang memarasit, hidup dan berkembang dengan menumpang serangga lain yang disebut inang (seperti: Trichogrammatoidea sp., Opius sp., dst)
  • Patogenmerupakan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada OPT. Apabila yang diinfeksi serangga hama disebut entomopatogen (seperti: Metarhizium sp., beauveria bassiana sp. Verticlium sp., dst)


Leave a comment

Agen Hayati

AGENT HAYATI

Latar Belakang

  • Masyarakat mengartikan bahwa pengendalian OPT(organisme penggangu tanaman) sama dengan penggunaan pestisida.
  • Pengedalian OPT di Indonesia telah berkembang dari system konvensional ke system pengendalian Hama Terpadu ( PHT ) dan di tuangkan dalam undang undang nomor 12 tahun 1992 serta peraturan pemerintah nomor 6 tahun 1995.
  • PHT mengusahakan peran peningkatan alami ( iklim, musuh alami dan competitor ) dapat berkerja secara optimal.
  • Pestisida diaplikasikan berdasarkan pemantauan ambang kendali dan diusahakan seminimal mungkin dampaknya terhadap lingkungan.
  • Salah satu prinsip PHT adalah pelestarian dan pendayagunaan musuh alami.  Musuh alami sebagai komponen ekosistem sangat menentukan populasi hama perlu diberi kesempatan berkembang sehingga populasi hama selalu dalam aras keseimbangan populasi yang aman.
  • Biaya pengendalian OPT dalam berusaha tani masih tinggi
  • Agens hayati merupakan bahan pengendali  yang mampu berkembang dan mencari sendiri OPT sasaran
  • Agens hayati tersedia melimpah di alam
  • Agens hayati pengendali OPT yang efektif dan bisa diproduksi dengan biaya mudah dan murah

POTENSI

  • Sumber daya manusia( Pusat Pelayanan Agens Hayati, Kelompok Tani )
  • Sumber daya alam
    • Banyak ditemukan serangga, cendawan;  bakteri, virus dan nematoda yang dapat digunakan sebagai bahan pengendali
    • Bahan pembiakkan tersedia melimpah

TUJUAN

  • Menyediakan bahan pengendali OPT yang efektif dan ramah lingkungan
  • Produksi pertanian yang aman konsumsi
  • Menekan biaya produksi pertanian
  • Meningkatkan keuntungan dalam berusaha tani

 

 

Kerugian Pestisida:

  • Tidak ekonomis/boros
  • Merusak kesehatan manusia
    • Jangka pendek menganggu kesehatan manusia
    • Jangka panjang menimbulkan penyakit penyakit baru karena setiap hari mengkonsumsi makanan/sayur/buah yang terkontaminasi pestisida
    • Merusak agroekosistem
      • Biodiversitas Rendah
      • Memutus rantai makanan alamiah
      • Pengendalian alami tidak berjalan
      • Musuh alami terbunuh
      • Resurgensi
      • Timbul hama sekunder

 

Pelaksanaan PH

  1. Usaha perlindungan dan peningkatan peran agens hayati yang telah tersedia dengan jalan memanipulasi lingkungan agar sesuai terhadap parasitoid dan
  2. Mendatangkan dan mengkolonisasi agens hayati untuk mengendalikan hama pendatang atau asli,
  3. Pembiakan secara massal dan pelepasan agens hayati,
  4. Mengadakan modifikasi genatik agens hayati di laboratorium atau di lapang agar dapat beradaptasi lebih baik terhadap lingkungan di tempat mereka akan di lepaskan

Dalam pandangan PHT, pelaksanaan PH lebih diutamakan pd upaya untuk perlindungan ( conservation ) dan peningkatan peran   ( augmentation ) agens hayati yang telah tersedia dengan jalan memanipulasi lingkungan agar lebih sesuai terhadap agens hayati.

 

PH dari pandangan PHT

KELEBIHAN :

  • Pengendalian hayati bersifat seleftif.
  • Agens hayati dpt mencari sendiri inang atau mangsanya, dan agens hayati merupakan pengendali yg bisa berjalan dg sendirinya.
  • Tidak menimbulkan resistensi thd serangga inang atau mangsa.
  • Pengendalian hayati relatif murah.

KETERBATASAN :

  • Pengendalian berjalan lambat.
  • Hasilnya tidak dpt diramalkan.
  • Agens hayati bukan sebagai faktor pembasmi.
  • Pelaksanaannya sulit dan membutuhkan supervisi yg ahli dalam bidang pengendalian hayati

 

Pengendalian Hayati:

Tehnik Pengendaliabn OPT dengan melibatkan peranan musuh alami

Musuh Alami :

Organisme dalam kelangsungan hidupnya memangsa/menumpang pada tubuh organisme lain

Jenis musuh alami :

  1. Predator
  2. Parasitoid
  3. Patogen Serangga Hama
  4. Agens Antagonis.

 

PREDATOR

Vertebrata Pemangsa Hama

Organisme yang memiliki rangka sempurna (bertulang belakang) yang hidupnya memangsa serangga hama, contoh burung hantu pemakan tikus

Serangga Predator

Species entomopagus yang selama hidupnya memangsa lebih dari satu individu mangsa

PARASITOID:

  • Parasitoid adalah  musuh alami yang hidupnya menunpang pada / di dalam tubuh inang sebelum parasiotid itu dewasa, setelah dewasa dia akan hidup bebas
  • Sebagian besar parasitod tergolong dalam ordo Hymenoptera dan sedikit dari ordo Dhiptera.
  • Jenis-jenis parasitoid ; parasitoid telur, larva, pupa dan imago

JENIS PARASITOID:

  • Parasitoid Telur

Contoh :  Telenomus rowani, Tetrasticus sp., Trichogramma sp ( Penggerek Batang Padi),T. bactrae-bctrae (plutella sp)

 

  • Parasitoid larva

Contoh :  Macrocentrus phillpinensis, Apanteles sp ( Penggulung daun ), Diadegma semiclausum

 

  • Parasitoid Pupa

Contoh :  Brachymeria sp

  • Parasitoid Imago

 

PATOGEN SERANGGA HAMA

n  Merupakan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada serangga hama

n  Contoh jenis mikro organisme yang dapat menimbulkan penyakit:

  • Jamur   : Beauveria sp, metharizium sp. dst
  • Virus     : Se NPV, Sl NPV dan Ha NPV
  • Nematoda Enthomopathogen (NEP)

 

AGENTS ANTAGONIS

  • Mikroorganisme  yang dapat menghambat pertumbuhan       patogen  penyebab penyakit pada tumbuhan, terutama pathogen tular tanah dengan cara persaingan hidup dan bloking area
  •    Mekanisme penghambatan : hyperparasit, antibiosis dan lisis
  • Contoh agents antagonis jamur: Trichoderma spp, Gliocladium sp.
  • Contoh agents antagonis bakteri: Pseudomonas flourescens indofit sp. Corynebacterium sp. (bakteri)

 

 Organisme Penggangu Tanaman  yang bisa dikendalikan antara lain:  Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Fusarium sp, Pythium, Phytoptora sp, akar gada, Pseudomonas solanacearum sp. dst.

Produced by cak thom

Design a site like this with WordPress.com
Get started